Refleksi Pendidikan Tahun 2016

SekolahGarasi – Menjadi tuan rumah acara Refleksi Pendidikan tahun 2016.

Rabu, 28 Desember 2016 kami para dewan guru mempersiapkan segala sesuatunya dari mulai persiapan tempat sampai jamuan makanan yang akan di sajikan untuk para tamu undangan. Kami bekerja sama dengan suka ria, kami berharap semoga acara hari besok dapat berjalan dengan lancar , Aamiin.

Hari ini Kamis 29 Desember 2016 pagi hari telah di beri anugrah oleh Allah SWT  Hujan dipagi hari  setelah beberapa minggu tidak hujan.  Hari ini   adalah hari yang ditunggu – tunggu oleh kami karena akan ada acara yang luar biasa yaitu penyerahan Laporan Penilaian Akhir Semester 1 tahun ajaran 2016 / 2017 dari pihak sekolah kepada orang tua /wali murid peserta didik.

Sekolah kami, juga  menjadi Tuan rumah  para kumpulan  komunitas pegiat pendidikan provinsi jawa timur, yang menyebut dirinya sebagai ” komunitas  Ojo Leren Dadi Wong Becik Sanajan Sadetik”.  Acara dimulai sejak pukul 08.00  pagi  yang dipandu oleh Bunda Anggun  dan  Bunda Rucha ini dimulai dengan bacaan tilawah, Surat  Al-fatihah    dan surat An- Nass oleh ananda Dita Putri Maulidia  dari kelas ABK.

15731858_890226831113716_4134100134076134053_oWalaupun masih kurang jelas dalam membacanya setidaknya ananda Dita sudah berani tampil di muka umum, ananda dita adalah seorang anak penyandang Tuna ganda, ananda mengalami gangguan pada indra penglihatan ( Low vision) dan juga gangguan pendengaran. Namun Alhamddulillah ananda Dita bisa membaca dan menulis meskipun tidak seperti anak – anak lainnya.

Dengan bimbingan dari bunda Elsa dia bisa membaca dan menghafal 2 suratan pendek. Semoga kedepan kami bisa menambah lagi hafalan suratnya Aamin. Setelah penampilan dari ananda Dita, disusul penampilan kedua masih dari kelas ABK kali ini ananda Farhan membawakan sebuah lagu pitutur yang berjudul “Turi – Turi Putih” ciptaan kanjeng Sunan Kalijaga yang mempunyai makna “Setiap manusia kelak akan mati,  amal apa yang telah kita lakukan untuk bekal disana nanti.”

Ananda farhan memiliki keterbatasan dalam mengingat, dan mengungkapkan sesuatu, tetapi dia memiliki  sebuah keunikan yaitu dia senang dengan seni gamelan. Setelah penampilan dari mas Farhan dilanjutkan penampilan dari kelas kholifah dengan sebuah tari yang berjudul Tari Gemo Famire, dan dilanjutkan sambutan -sambutan.

Kemudian acara inti   inilah yang di tunggu – tunggu karena para  hadirin penasaran dengan bapak Nafik Naff, yang berasal dari sidoarjo ,  dan tibalah saatnya bapak Nafik memberikan motivasi    yang disertai dengan  relaksasi transformasi energi positif mulai orang tua ke anak juga dari anak ke orang tua, bapak Nafik adalah   seorang motivator hebat dari Sidoarjo.

Dengan diiringi musik dan bacaan Asmaul Husna para tamu undangan, orang tua murid serta peserta didik di buat menangis untuk merenungi bagaimana para guru dan orang tua telah mengajarkan Akidah tentang agama, tentang norma – norma agama sudahkah sesuai dengan ajaran Nabi atau belum. Di sini terlihat sekali bagaimana kedekatan antara orang tua dengan anak nya  sangat mengharukan.

15731849_890226964447036_5084990221108308632_oSetelah selesai relaksasinya dilanjutkan dengan acara pembagian rapot yang dilakukan oleh para wali kelas diberikan kepada para peserta didik kemudian di serahkan kepada orang tuanya.  Sekitar pukul 12.00 siang acara selesai Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Setelah  ISOMA, dilanjutkan lagi dengan acara Refleksi Akhir Tahun Pendidikan NonFormal dan Informal yang diisi oleh Komunitas Ojo Leren Dadi Wong Becik Senajan Mung Sadetik  komunitas  ini adalah kumpulan orang – orang  para pemerhati pendidikan, guru dan para pejuang yang tak kenal lelah dalam berusaha berbuat baik untuk orang-orang sekelilingnya agar mereka menjadi insan yang well educated.

Komunitas ini sudah terbentuk sejak 4 tahun yang lalu. Kegiatan yang rutin dilakukan adalah refleksi pendidikan nonformal pada akhir tahun dan sekaligus membuat prospek pada tahun berikutnya. Pertemuan pertama komunitas ini di  BPPAUDNI Jawa Timur, kedua di SKB Malang, ketiga di Bojonegoro dan hari ini adalah pertemuan yang  keempat, yang diadakan di Sekolah Garasi. Merupakan suatu hal yang luar biasa karena kami bisa menjadi tuan rumah kegiatan tersebut .

15781700_10208117117865238_3859532795735166146_n
para tamu dari situbonndo

Kamis malam sudah kedatangan para tamu dari Situbondo   yang menginap di kelas garasi.

Ini adalah beberapa catatan yang di tulis oleh bapak  Mohammad Aliwafa :

Ini hasil yang bisa saya sampaikan (peserta yang hadir sekitar 50-75 orang dari unsur perwakilan : Akademisi, Praktisi, pemerhati pnfi, BAP Paud dan PNF jatim, Asesor jatim, Hisppi Jatim, Pemilik Sekolah Garasi, Sekolah Dolan, istri ketua DPRD Pasuruan, Sekolah Pelangi Tangeranag selatan, Dinas pendidikan Jatim, Motivator paud, Penulis buku motivator dan SOP pengembangan lembaga, dlll bahwa tujuan : REFLEXI PNFI 2016

 

  1. Akhir akhir ini mulai anak usia SD bangsa generasi kita sangat memperihatinkan karena mereka sudah melampui batas dengan kasus antara lain (menjadi pengedar dan konsumsi narkoba, ucapan/ kalimat jorok ketika berbicara, melakukan hubungan suami istri) dengan ini maka kita dalam mendidik yang di utamakan bukan karena kepinteran/kecerdasan namun paling utama sekarang ini tentang perilalu/sikap/karakter
  2. Pelimpahan kewenangan sesuai UU no.23/2014 di jawa timur berlaku mulai janauri 2017 tentang pelimpahah PNFI, SD, SMP ke kab/kota dan SMA/SMK ke Provinsi dan sudah perwakilan UPT Dinas provinsi jatim di 33 Kab/kota
  3. Sarana Sekolah seperti gedung bukanlah kunci utama dalam pembelajaran namun materi/isi pembelajarannya yang terpenting.
  4. Meluruskan isu-isu yang tidak benar di kalangan masyarakat/dunia PAUD anatara lain : isu Diklat dasar paud setara dengan S1, itu tidak benar dan pembodohan, isu ada ormit yang mewajibkan Diklatsar PAUD bagi yang lulusan S1 paud/Psikologi (hal ini salah, tidak diwajibkan)

    15726760_1655397504760372_8449441701652135524_n
    kenangan indah bersama mereka
  5. Adanya E-Diklat Dasar, Lanjutan masih dipertenntangkan oleh salah satu ormit PNFI padahal lembaga tersebut hanay sebagai perpanjanngan dari pengembang PP PAUD dan Dikmas semarang (hal ini sah-sah saja karena diakui oleh Pembinaan GTK paud dan dikmas)
  6. Ujian akhir bagi peserta didik Homeschooling bisa ke sekolah negeri/formal atau ke PKBM tergantung daerah yang memafasilitasi.
  7. Perlunya catatan perkembangan anak untuk PAUD di laporkan ke pada orang tua
  8. Terbentuknya GROUP Komunitas ojo leren dadi wong becik senajan mung sadetik

waw menarik sekali diskusi nya  semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dalam mengelola Pendidikan, aamin…… sampai jumpa di pertemuan selanjutnya……….. Terima Kasih.

Komentar dengan Facebook

komentar