Kasih sayang

Sekolah Garasi’ _ Sedikit bercerita tentang saya dan sekolah garasi,sudah hampir dua tahun saya bergabung menjadi staf pengajar disini, saya merasa nyaman berada disini karena sekolah ini lebih mengutamakan rasa saling menyayangi, saling menghargai dan juga saling membantu, baik antara pengurus lembaga, kepala sekolah, antar rekan guru, juga orang tua murid, serta antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa.

Tidak ada aku…
Tidak ada engkau…
Tidak ada kami…
Tidak ada mereka…
Yang ada hanya kita, KITA ADALAH SATU…BEGITU DEKAT…TANPA SEKAT…MELEKAT ERAT…TANPA PEREKAT…AKU ADALAH KAMU…KAMU ADALAH AKU… KAMI ADALAH MEREKA… MEREKA ADALAH KAMI…KALAU BISA SALING MENYAYANGI… KENAPA HARUS MENYAKITI… ” WE ARE THE ONE ” adalah semboyan dari sekolahgarasi MI Amanah ”
Pengalamanku selama disini, yang paling berkesan adalah ketika satu anggota mengalami masalah semuanya ikut merasakan dan ikut membantu menyelesaikannya, begitu pula ketika ada siswa yang bermasalah kita semua ikut turun menyelesaikannya, mulai dari antar siswa, para guru, para wali murid , sampai dengan dewan pengurusnya.
Kita sebagai pengajar juga sering berperan ganda, kadang kita berperan sebagai ayah atau ibu dari siswa kita, kadang kita juga berperan sebagai kakak dari para siswa, serta kita berperan sebagai sahabat bagi para siswa, sehingga terciptalah yang disebut dengan rasa “Kasih Sayang”. profil dari para siswa bermacam – macam, ada yang orang tuanya menjadi TKW / TKI di luar negeri, ada yang dari kalangan orang kantoran, ada yang dari kalangan petani, dan masih banyak yang lainnya.

Disetiap sekolah pasti ada yang namanya anak bermasalah, begitu pula di sekolahgarasi pasti ada saja anak yang suka bikin onar, bikin kacau kelas, tidak haya itu di sini juga ada anak yang berkebutuhan khusus,  dan lain -lain. Yang kita lakukan ketika ada persoalan adalah, melakukan identifikasi masalah, setelah ketemu inti permasalahannya kita lakukan pembahasan dari masalah yang ada, dan mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut , kita juga membuat suasana kelas yang menyenangkan,  hubungan guru dengan guru dan  siswa yang menyenangkan juga,  ini nih yang membedakan dengan sekolah yang lain, pembentukkan  TIM PENYAMBUT TP). Tugas pertama adalah menyambut adik2 kelas dengan rasa kasih sayang sehingga motto Sekolah Serasa Di Rumah Sendiri bisa tercapai.
Tugas kedua adalah membantu dan menjaga keselamatan adik2 nya waktu turun dari kendaraan antaran, karena meski di ndeso, lalu lintas speda motor cukup ramai n pake kebut2an
Tugas ketiga adalah menangani bila ada konflik atau pertengkaran antar siswa.
Dengan semua senior klas 3, 4 dan 5 jadi anggota TP secara bergantian diharapkan ada jalinan pembiasaan kasih sayang antara siswa, khususnya dari kakak kelas kepada adiknya sehingga dapat dicegah adanya bullying dan tindak kekerasan di antara siswa.
Alhandulillah mereka yg mengenakan selempang berbangga diri dan menjalankan tugasnya dengan antusias
, .

Senin , 12 September 2016 berita tentang sekolah_garasi muncul di koran RADAR MALANG  dengan judul yang cukup keren dan menarik untuk dibaca ” Si Tukang Bully Jadi Santun setelah 5 Tahun Masuk Garasi”

Alhamdulillah, semua itu bisa terjadi hanya karena Allah berkenan memberikan hidayah, kemampuan dan iman sehingga tanpa kesulitan yang berarti dengan didukung oleh Tim Sukses Amanah dan Paguyuban Orang Tua serta kesadaran anak-anak sendiri.
Hanya mungkin perlu direvisi adalah “Sekolah untuk Keluarga Bermasalah” mungkin yang tepat adalah Sekolah Garasi ingin memberikan kasih sayang yang hilang di rumah”
Terima kasih mas Rian Firmansyah, wartawan pemula Jawa Pos yang dengan rela mendatangi sekolah_garasi
Terima kasih kepada bunda-bapanda guru-,  guru  MI Amanah, Paguyuban Orangtua dan masyarakat sekitar yang dengan penuh semangat mendukung gagasan memberikan pengganti kasih sayang yang hilang di rumah, tanpa kerja keras para pihak maka gagasan akan tinggal sekedar gagasan. 14344141_10207241481134867_2819779561996199522_n14329949_1108158612565231_2522733733006908615_n

Komentar dengan Facebook

komentar