Halal bi Halal di Hari Anak Nasional

Menyambut kehadiran wali murid

Sekolah Garasi – Masih dalam suasana Idul Fitri 1437 H, atau tepatnya tanggal 18 Syawal MI Amanah Turen atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Garasi menyelenggarakan Halal bi Halal. Bertepatan dengan hari Sabtu, 23 Juli 2016 yang merupakan Hari Anak Nasional, berlangsung di Kelas Kholifah.

Halal bi Halal ini dihadiri oleh wali kelas 4, 5, 1, dan 2 dari kelas Kholifah 1 dan 2. Sedangkan wali murid kelas reguler pelaksanaannya sengaja dipisah karena jika pelaksanaannya digabung, tidak tertampung.

“Berhubung masih suasana lebaran, kami keluarga besar MI Amanah mengucapkan minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir batin kepada bapak-ibu sekalian baik yang disengaja maupun tidak,” ungkap Wiwin Dyah Artika, S.AB., Kepala Madrasah Ibtidaiyah Amanah Turen dalam sambutannya. “Kami juga mohon maaf, untuk seminggu ini putra-putri bapak ibu pulang lebih awal karena kemarin kami juga halal bihalal dengan para siswa. Selanjutnya kita akan tambah satu jam tiap hari. Hal ini bertujuan supaya anak tidak kaget dengan kegiatan sekolah,” lanjutnya.

Sambutan dari wali murid kelas 4

Wiwin juga menyampaikan beberapa program sekolah yang akan dilaksanakan di tahun ajaran baru. Di antaranya moving class, yaitu kegiatan pembelajaran dengan berpindah-pindah kelas. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan anak dalam belajar, dan agar semua siswa mengenali semua guru dan lingkungan sekolah di MI Amanah. Program lainnya di antaranya home visit, parenting, setidaknya setiap 2 atau 3 bulan sekali.

Karlis (41), seorang wali murid Khalifah 2 mengaku terkejut ketika tahu anaknya tiba-tiba naik ke kelas 4 dari kelas 2 karena mengikuti kelas akselerasi. Dirinya mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan parenting seperti ini. “Saya baru tau, baru kali ini saya ikut, dan menurut saya ini luar biasa,” tuturnya sambil mengusap air matanya.

Parenting

Kentar Budhojo (72), pengurus Lembaga Pemberdayaan Umat Amanah sekaligus tim Pengembang MI Amanah mengungkapkan harapannya agar wali murid dalam mendidik putra-putrinya dapat sejalan dengan apa yang diajarkan di sekolah. “Saya ibaratkan saya sedang mendorong mobil, kemudian bapak ibu membantu mendorong sehingga kendaraan dapat melaju ke depan,” tutur pensiunan Dosen Universitas Negeri Malang ini. Oleh sebab itu, lanjut beliau, diperlukan kegiatan parenting.

Selain kegiatan Halal bi Halal, pada kesempatan hari ini juga dilaksanakam kegiatan parenting. Dalam kegiatan parenting, wali murid dan guru saling berkonsultasi tentang keadaan, perkembangan, serta solusi untuk penanganan murid. Terlepas apakah itu murid ABK atau bukan.

Suasana kegiatan Halal bi Halal di ruang kelas Khalifah 1

Kegiatan parenting kali ini adalah pembentukan paguyuban wali murid (baca: komite sekolah). Namum berbeda dengan komite sekolah pada umumnya, paguyuban wali murid di MI Amanah adalah per kelas. Masing-masing kelas ada paguyubannya, dan masing-masing memiliki pengurus (ketua, wakil, sekretaris, dll).

Setelah pembentukan paguyuban, dibahas juga bagaimana wali murid memberikan asupan makanan pada anak-anaknya. Menurut papih Kentar, ini penting agar para siswa terjamin kesehatannya. Siswa-siswi di MI Amanah tidak diperbolehkan jajan sembarangan. (Admin-ssh)

Komentar dengan Facebook

komentar