GeMBIRA di Sekolah Garasi

Posting tentang “mendhol” menjadi pembuka tatap muka dengan guru, provokator, dan sumber inspirasi belajar tanpa batas.

Ini lho yang disebut mendhol
image

Ya. Pagi itu kami sarapan di Hotel Santika tempat saya menginap. Meski baru bertemu muka, komentar-komentar Pak Kentar dan semangat pembaharuan pendidikan yang dikampanyekannya di facebook membuat persahabatan kami terasa sudah lama. Keinginan saya untuk mengunjungi Sri, sobat muda yang dikenalkan Bu Sari dan direkrut Pak Kentar menjadi pendidik di Sekolah Garasi akhirnya bakal kesampaian.

Saya sempat mengenalkan Pak Kentar saat Pak Sony Manalu, Direktur Rehabilitasi Tuna Susila yang juga Ketua Tim Pokja PPO-KTPA Kemsos, pamit pulang ke Jakarta. Pak Sony dan rombongan pulang lebih pagi. Saya sengaja memesan penerbangan siang untuk silaturahmi dengan para pegiat pemenuhan hak pendidikan anak di Malang.

Berbagi Inspirasi

Taksi yang kami pesan melaju kencang menuju Desa Turen. Sri dan beberapa pendidik di Sekolah Garasi menemani kami mengobrol di ruang tengah. Pak Kentar menyampaikan tentang rencananya menjadikan Desa Turen jadi Ramah Anak.

image

Obrolan pun jadi lebih fokus pada rencana kegiatan GeMBIRA bersama KerLiP mulai dari Sekolah Garasi lalu memancar wujudkan haraoan dan gagasan Pak Kentar. Saya mengajak para pendidik hebat ini untuk melakukan Cara Asyik Cari Tahu bersama anak-anak didik mereka. Hasil CACT diusulkan menjadi bahan G20MM Gerakan 20 Menit yang Memukau untuk melekatkan hubungan anak dan ayah bunda di rumah.

Anak-anak yang melaksanakan G20MM diajak untuk berbagi inspirasi dalam OPeRA Obrolan Pendidikan Ramah Anak di Pertemuan Orang tua, Murid, dan Guru. Tema OPeRA dapat dipilih dari narasi G20MM yang paling disukai oleh anak-anak di sekolah garasi. Guru dan orangtua/wali dapat memfasilitasi media kampanye harian seperti di Facebook. Anak yang melaksanakan G20MM dapat menyajikan kampanye bulanan yang kreatif dan teman-teman mereka dapat membubuhi tanda “suka” pada media kampanye tersebut.

ORK3STRA di Dasawisma

Orang tua/wali didorong untuk menjadikan pertemuan dasawisma sebagai wahana Ork3stra-Obrolan Kesehatan, Keselamatan, Kesiapsiagaan-Terpadu Ramah Anak. Caranya mirip dengan OPeRA.

Hasil CACT tentang jajanan sehat, jam belajar bersama, gizi anak, lingkungan, rute aman ke sekolah, tuang bermain, sistem perlindungan anak, dan tema-tema lainnya menjadi bahan curhat anak dalam G20MM tiap akhir pekan bersama ayah. Bunda memfasilitasi ananda untuk berbagi inspirasi dalam Ork3stra di dasawisma.

Portofolio yang disajikan anak-anak dalam kegiatan OPeRA di POMG dan Ork3stra di Dasawisma dapat menjadi bahan SPeAKNaCT anak dalam silaturahmi antara masyarakat dan pemerintahan untuk jalin harmoni di desa Turen.

Gerakan Membangun Indonesia Ramah Anak atau GeMBIRA bersama KerLiP dimulai dengan menyediakan ruang apresiasi dari hasil CACT anak di rumah, kelas, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal anak. Pemenuhan hak anak untuk didengarkan dan ditanggapi dengan sungguh-sungguh menjadi dasar dalam rangkaian kegiatan ini. Harapan terbesar kegiatan GeMBIRA bersama KerLiP adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anak serta meningkatkan efektivitas partisipasi anak dengan dukungan keluarga di sekolah dan tempat tinggal. Insya Allah melalui ikhtiar ini semua pihak bergotong royong membangun sistem perlindungan anak mulai dari rumah.

image

Komentar dengan Facebook

komentar